Cita-cita? Apa yang dimaksud dengan cita-cita? Cita-cita adalah sebuah angan-angan ataupun sebuah keinginan yang biasanya berusaha sekuat tenaga untuk diwujudkan oleh seseorang. Cita-cita pun bisa kita umpamakan sebagai tujuan hidup dari sesesorang. Maka jika seseorang tidak memiliki cita-cita maka orang tersebut sama saja seperti tidak memiliki tujuan hidup. Setiap orang pasti memiliki cita-cita dan biasanya cita-cita tersebut dijadikan sebagai motivasi untuk diwujudkan dan untuk melangkah maju kedepan guna mewujudkan keinginan ataupun cita-cita lainnya seperti, “cita-cita menjadi seorang artis agar dikenal oleh orang banyak,” atau, “cita-cita menjadi seorang dokter agar bisa menolong orang yang sedang sakit.”
Untuk mewujudkan cita-cita diperlukan kerja keras, usaha, dan pengorbanan yang tidak sedikit. Banyak tantangan maupun halangan yang amat sulit menghadang. Jika kita terlena akan tantangan maupun halangan yang menghadang di depan kita bukan tidak mungkin cita-cita yang didambakan hanya akan menjadi sebuah angan-angan ataupun khayalan yang tidak akan mungkin terwujud. Namun jikalau kita memiliki niat dan tekad yang kuat bukan tidak mungkin cita-cita tersebut akan terwujud.
Salah satu cita-cita saya yaitu menjadi seorang penulis. Karena , dengan menulis saya merasa bisa mengeluarkan apa yang saya inginkan dan apa yang saya pikirkan. Selain itu menurut saya menulis bisa dijadikan sebuah metode untuk mengendalikan emosi saya. Karena, dengan menulis tidak diperlukan sebuah amarah yang meletup-letup maupun kekerasan yang biasanya identik dengan emosi. Selain itu saya pun bercita-cita menjadi seorang pengajar. Alasan saya ingin menjadi seorang pengajar adalah ingin berbagi ilmu kepada orang banyak terutama kepada masyarakat golongan menengah kebawah. Karena, di Indonesia saat ini masih banyak orang yang tidak bisa bersekolah ataupun tidak mendapat pengajaran yang layak dikarenakan persoalan yang cukup klasik yaitu masalah biaya dan biasanya itu terjadi di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Untuk itu saya ingin sekali memberikan pengajaran yang layak kepada mereka semua agar mereka tidak lagi dihadapkan kepada permasalahan kebodohan. Selain berbagi ilmu kepada orang banyak saya bisa sekaligus beribadah. Karena, apa yang saya sampaikan bisa menjadi sebuah ilmu yang bermanfaat dan itu adalah salah satu amalan yang tidak akan pernah putus meskipun saya telah meninggal kelak.
Dalam usaha saya mewujudkan cita-cita tersebut saya selalu berpegang teguh pada sebuah hadist yang berbunyi, “Manjada Wajada,” yang memiliki arti, “Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil,” selain itu saya teringat sebuah perkataan dari Dr. HC Ary Ginandjar pada saat saya pertama kali mengikuti kuliah umum di Universitas Sebelas Maret Surakarta yang berbunyi, “Apa yang kalian impikan, apa yang kalian dambakan, apapun angan-angan dan cita-cita kalian itulah masa depan kalian semua kelak!”. Saya yakin akan hal itu dan saya yakin dengan usaha maksimal yang saya lakukan, saya dapat mewujudkan semua cita-cita saya. Namun dalam setiap usaha hal yang paling kita utamakan adalah tawakal. Yaitu berusaha sekuat tenaga untuk suatu hal namun kita tetap menyerahkan segala hasil kepada Allah SWT. Jangan pernah merasa berkecil hati jika kelak apa yang kita inginkan dan kita cita-citakan tidak sesuai dengan kenyataan. Karena yakinlah hal tersebut merupakan hasil yang terbaik yang telah disiapkan oleh Yang Maha Kuasa untuk kita semua. Atau yakinkan pada diri kita bahwa hal yang kita dapatkan saat ini hanyalah sebuah tempat peristirahatan sementara sebelum hal yang kita cita-citakan itu terwujud, dan satu hal lagi yang jangan kita lupakan memohon ridha kepada kedua orang tua kita. Karena mereka adalah orang yang paling berperan dalam pembentukan karakter kita semua. Selain itu ada sebuah hadist yang berbunyi, “Ridhallahi firidha walidaini, wasuktullahi fisuktul walidaini,” yang memiliki arti, “Ridha Allah ada pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah ada pada murka kedua orang tua.”. Itu menandakan betapa pentingnya kedua orang tua kita dan ridha dari kedua orang tua kita terhadap apa yang kita inginkan maupun kita cita-citakan.